Festival Cap Go Meh Singkawang

Posted on

Festival Cap Go Meh Singkawang. Setiap tahun, festival Cap Go Meh selalu disambut dengan meriah, Cap Go Meh dirayakan pada hari ke-15 dan hari terkahir pada perayaan tahun baru bagi imlek bagi masyarakat Tionghoa. Beberapa kota merayakan festival ini, seperti Jakarta, Bogor, Makassar, Singkawang, dan beberapa kota lainnya di Indonesia.

Festival ini dirayakan secara besar – besaran dan meriah, sehingga menarik perhatian warga sekitar dan banyak pula pelancong yang ingin mengabadikan festival yang selalu dirayakan setiap tahunnya. Seperti perayaan Cap Go Meh yang diadakan di Singkawang, bahkan tak sedikit banyak warga dari luar Singkawang untuk menyaksikan kemeriahan festival ini, sayang untuk dilewatkan.

festival-budaya-cap-go-meh
kemeriahan festival budaya di Cap Go Meh Singkawang (credit : multi siahaan blogger singkawang)

Diadakannya Cap Go Meh, merupakan pembuktian jika adanya toleransi beragama di dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Di beberapa kota merayakannya sekaligus dengan cara menyelenggarakan carnival kebudayaan, dengan harapan dapat mempersatu perbedaan seperti yang tercermin dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Kota Singkawang tidak luput dari kemeriahan festival Cap Go Meh, semarak dan tak terlupakan! Apalagi dengan kehadiran para tatung di acara ini. Tatung merupakan orang yang dirasuki oleh roh dewa atau leluhur, tidak sembarang orang dapat menjadi tatung, konon memamng lelulur atau para dewa yang memilih secara langsung. Raga atau tubuh merupakan alat perantara atau komunikasi kepada para leluhur dengan menggunakan mantra.

festival-cap-go-meh-singkawang
festival budaya (credit : multi siahaan blogger singkawang)

Atraksi para tatung memang menegangkan bahkan terkesan seram, namun atraksi inilah yang paling ditunggu, seperti menyanyat tubuh dengan sebilah pisau, dan berbagai atraksi yang jika dipikir dengan nalar, manusia biasa tidak mampu untuk melakukannya, yaitu atraksi kekebalan tubuh yang membuat merinding bagi semua yang melihatnya.

Sekitar 1000 tatung yang ikut menyemarakkan festival Cap Go Meh Di Singkawang, pria, wanita, tua, muda dapat menjadi tatung. Sebelum melakukan atraksi, para tatung akan melakukan ritual terlebih dahulu, seperti puasa dengan berbagai syarat, seperti tidak boleh memakan daging dan masih banyak lagi.

Kehadiran para tatung ini lah membuat pesta kemeriahan Cap Go Meh berbeda, berlangsung meriah dan tetap aman. Terdapat pula parade seni budaya, live musik dan expo, eksotisme Singkawang yang terasa mistis ini tidak boleh di lewatkan. Tak hanya menampilkan budaya dari Singkawang saja, melainkan budaya dari daerah lain yang ada di Indonesia, seperti reog Ponorogo.

Pada malam harinya dimanjakan dengan pawai lampion, menikmati keindahan cahaya lampion yang diselimuti oleh merah dan emas yang dominan. Jangan lupa untuk menikmati kuliner khas Singkawang.

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *