by

Novel Coelho’s Circle Bicara Tentang Kemanusiaan Untuk Berbagi kepada Sesama Manusia

Bukan tentang seberapa lama sebuah kisah berarti. Melainkan tentang seberapa baik kehidupan menjadi. Karena satu dua hal yang kita tinggalkan ketika melepas napas… Tentang kemanusiaan yang membahagia, tentang makna yang paripurna.

Novel Coelho’s Circle Bicara Tentang Kemanusian Untuk Berbagi Kepada Sesama Manusia. Penggalan kalimat penutup dalam novel sosial karya dua jebolan HI UGM ini menjadi tampaknya layak menjadi sebuah bahan kontemplasi bagi banyak pribadi.

Di tengah kondisi dunia yang belum sepenuhnya pulih dari goncangan “alien baru” berjudul Covid19, novel ini seakan menjadi peneguh sekaligus pengingat bagi banyak orang. Betapa kehidupan harus diperjuangkan, dihargai, dan dihormati. Kebersamaan sejatinya adalah hal yang sangat berharga, priceless, tak tergantikan oleh apapun juga. Terlebih mereka yang saling mencinta.

Mengawali bulan Maret 2021, sebuah gerakan kampanye kebaikan digaungkan oleh dua manusia berbeda jenis, berbeda dunia dan berbeda kesibukan. Adalah Nanang dan Bety, dua mantan mahasiswa jurusan ilmu politik yang pada akhirnya menemukan maktubnya sendiri-sendiri. Jauh dari kata diplomasi yang selama ini terngiang di benak banyak orang ketika mendengar kata Hubungan Internasional.

Ya, Nanang Chalid dan Bety Kristianto adalah dua alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM yang menjadi penggagas ide, sekaligus eksekutor dari novel sosial berjudul Coelho’s Circle ini. Novel yang terwujud berkat kerjasama dari ini menggebrak dunia literasi tanah air dengan konsep penjualan yang terbilang cukup unik.

Alih-alih menjualnya lewat toko buku atau penerbit indie, Nanang dan Bety memilih untuk menjadikan novel ini sebagai wahana untuk menggalang donasi bagi keluarga tenaga medis yang terdampak Covid-19. Untuk mewujudkan niat baik itu, keduanya menggandeng Yayasan BenihBaik, Penerbit Kompas, dan Tokopedia. Ketiganya adalah tiga pemain nasional yang tak main-main dan sangat diperhitungkan.

Sebelum bicara lebih jauh lagi tentang bagaimana kampanye kebaikan ini dijalankan, yuk kita kenalan dulu sama buku kece ini.

Novel Coelho’s Cirlce Bicara Tentang Kemanusian

  • Judul buku : Coelho’s Circle
  • Penulis : Nanang Chalid & Bety Kristianto
  • Penerbit : Penerbit Buku Kompas
  • Cetakan : Pertama, 2021
  • Tebal : x + 244 halaman
  • ISBN : 978-623-241-887-5
  • e-ISBN : 978-623-241-888-2

Berangkat dari premis bahwa setiap manusia pada hakikatnya memiliki takdirnya sendiri-sendiri dan berjalan untuk menggenapinya, novel ini ditulis. Pembaca bisa menemukan banyak bagian yang membahas bagaimana hidup seseorang itu berarti.

“Sama seperti aksara Alif dalam Qur’an yang menjadi awal dari segalanya, itulah arti dari momen penting yang mereka temukan. Momen di mana kita sebenernya sudah sampai ke ujung perjalanan, dan at the end kembali lagi ke awal. You have nothing to worried about. Hidup lo tuh udah selesai, tugas lo udah selesai. Dan ya… kapanpun Tuhan panggil, kita nyantai aja.” (Cahya Antasena, Coelho’s Circle hlm. 68).

Sama seperti judulnya, novel ini memang banyak mengambil intisari tulisan Paulo Coelho, sang penulis masyur dari Brasil itu. Kalau kalian penggemar novel-novel best sellernya, bersiaplah untuk bernostalgia dengan beragam karya yang menjadi inspirasi beberapa bab dalam novel bersampul hitam ini. Tapi, buat kalian yang belum kenal sama Coelho, tak perlu kuatir. Kalian akan tetap bisa menikmati karya ini dengan pola tutur, alur dan cerita indah yang teranggit di dalamnya.

Testimoni

“Nanang dan Bety tampaknya cukup piawai mendaraskan kesedihan dalam novel Coelho’s Circle ini. Keduanya menghidupkan tokoh Diandra yang kesepian ditinggal ‘pergi’ oleh Cahya, suaminya. Novel ini juga mampu menceritakan konflik lima sahabat yang sangat emosional. Membaca novel ini membuat orang bisa memaknai dan menghargai kehadiran orang lain dalam hidup kita.”
Andy F. Noya, Host Kick Andy Show, Founder/CEO BenihBaik.com

 

Testimoni dari Andy F. Noya di atas sepertinya bisa memberi sedikit gambaran tentang isi novel secara keseluruhan. Kepergian Cahya dalam tugas menangani pasien Covid-19, menyisakan kesedihan mendalam dalam hidup istri dan keluarga yang ditinggalkannya. Konflik dimulai ketika dokter muda itu meninggal dan membuat hidup banyak orang menjadi kacau, terutama keluarga dan keempat sahabat kentalnya.

Dipilihnya Bangkok sebagai lokasi utama, mampu digambarkan dengan indah oleh kedua penulis. Pembaca diajak untuk berada di sana dan seakan-akan tengah menjadi bagian dari kisah yang dirajut dengan indah. Tak kalah menarik, Trondheim, kota indah di belahan utara bumi juga menjadi magnet yang cantik. Musim gugur, dedaunan kuning yang jatuh tertiup angin dingin dan aurora borealis mewarnai beberapa bagian dalam buku setebal 244 halaman ini.

Di sana-sini, pembaca akan menemukan banyak life lessons yang bikin kepala auto menggangguk-angguk lalu berpikir, “Kalau gue mati besok, apa yang udah gue lakuin ya?” Meski ada beberapa bagian yang memang agak berat, novel ini sebenarnya nggak berat-berat amat secara keseluruhan.

Teknik storytelling yang mengalir dan pemilihan diksi yang indah membuat pembaca merasa nyaman menyelesaikan ratusan halaman dalam beberapa hari. Selain itu, novel ini juga aman untuk dibaca oleh pembaca usia 13+ kok. Tidak ada adegan kekerasan ataupun seksual yang tersurat di dalamnya.

Lalu, akankah konflik berkepanjangan yang terjadi sepeninggal Cahya bisa terselesaikan? Mampukah keempat sahabat itu menemukan takdirnya dan memenuhi maktubnya sendiri? Lalu bagaimana kisah para tenaga kesehatan lain yang gugur dalam perjuangan melawan Covid-19 ini? Jawabannya ada semua dalam 15 bab novel sosial ini.

Berdonasi lewat novel

Coelho’s Circle dipersembahkan untuk kemanusiaan. Seluruh hasil penjualannya dikelola oleh tim BenihBaik dan disalurkan kepada keluarga tenaga kesehatan yang gugur akibat Covid-19. Spirit inilah yang ingin diangkat oleh kedua penulis dan pihak-pihak yang terlibat dalam penggalangan dana ini. Project ini diharapkan bisa menjadi pionir bagi banyak pihak yang ingin berbagi kebaikan buat sesama. Tak perlu menjadi besar dan terkenal untuk menjadi bagian dari rantai kebaikan. Dan siapapun bisa melakukannya.

Kalau kalian ingin ambil bagian dan turut serta dalam perjuangan ini, kalian bisa sisihkan dana untuk membeli buku ini. Informasi lengkap tentang kampanye ini bisa dilihat di

https://m.benihbaik.com/campaign/berbagi-kebaikan-lewat-novel

atau kunjungi official account BenihBaik di Tokopedia. Tersedia paket normal dan bundling untuk novel ini. Harga normal 100K, sedangkan harga bundling mulai 200-300K. Kalau kalian memesan paket bundling, kalian memiliki kesempatan untuk mendapatkan sesi carrier coaching bersama Nanang atau sesi coaching menulis fiksi bersama Bety.

Ada juga limited edition dengan tandatangan Andy F. Noya yang bisa kalian koleksi dengan harga 150K.
Untuk kalian yang mau berdonasi, bisa langsung cuss ke platform di atas ya. Atau kalian juga bisa kontak penulis di IG-nya @betykristianto dan @nanangchalid jika ingin mengenal lebih dekat keduanya.

Salam kemanusiaan!

Jasa pembuatan website pontianak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trend Terbaru