July 11, 2020

Penemuan Senjata PGRS Paraku, Dandim 1201 Tinjau Langsung Lokasi

Penemuan Senjata Pgrs Paraku, Dandim 1201 Tinjau Langsung Lokasi . Dandim 1201 Mph Ldk Letkol. Infanteri Mahmuddin Abdillah memimpin langsung jajaran tim kodim 1201 setelah menerima kabar dari masyarakat Gunung Berambang desa tengon kecamatan air besar kabupaten landak 11 juni 2020 tentang penemuan sisa sisa peninggalan persenjataan dan amunisi dari gerakan PGRS/Paraku. Dalam tim yang terdiri dari Danramil/Arb serta jajaran kodim 1201 tersebut dandim melakukan perjalanan yang cukup memakan waktu lama mengingat transportasi menuju ke desa tengon cukup sulit.

Dalam pengecekan langsung tersebut, tim kodim 1201 memastikan bahwa benda-benda yang di duga persenjaataan lengkap yang terdiri dari senapan laras panjang, granat dan ribuan peluru tersebut memang benar merupakan sisa sisa peninggalan kelompok bersenjata PGRS/paraku. Seperti yang kita ketahui kelompok bersenjata ini pernah terlibat pertempuran dengan pihak malaysia yang menentang tindakan malaysia untuk menggabungkan kalimantan utara kedalam wilayahnya, konfrontasi tersebut juga melibatkan indonesia, namun setelah masa tersebut selesai, pihak indonesia meminta PGRS Paraku meletakkan senjata.

Penemuan senjata PGRS paraku
Dandium 1201 tinjau langsung lokasi penemuan

Selanjutnya yang kita ketahui, kelompok ini tidak mau menyerahkan diri dan melakukan perlawanan tehadap pemerintah indonesia, gerakan penumpasan pemberontakan inilah yang membuat para gerilyawan PGRS/Paraku terpencar di hutan-hutan belantara kalimantan di wilayah indoensia. Hasil penemuan ini merupakan temuan sejarah yang berhasil ditemukan oleh warga gunung berambang desa tengong kabupaten landak dan di tinjau langsung oleh dandim 1201 Letkol Infanteri mahmuddin Abdillah beserta team jajaran TNI Angkatan Darat kodim 1201.

Setelah melakukan peninjauan langsung, dandim memberikan apresiasi kepada warga dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada warga yang telah mengamankan benda-benda berhabaya tersebut ” kita telah melihat secara langsung bahwa memang benar senjata dan amunisi ini merupakan sisa sisa peninggalan PGRS/Paraku, ada cukup banyak jenis senjata dan amunis lengkap dengan perlengkapannya, kami mengucapkan terima kasih kepada warga khususnya kepada bapak kornelius yang telah menemukan dan mengamnkan benda-benda berbahaya ini ” ujar dandim disela-sela pertemuannya dengan waga dan kepala desa tengon di lokasi penemuan senjata.

Sejanata amunis PGRS Paraku

Senjata PGRS Paraku Laras panjang

Lebih jauh dandim juga memuji keberanian kornelius warga yang menemukan benda tersebut untuk segera melapor dan melakukan pengamanan terhadap benda berbahaya itu , dalam kesempatan tersebut dandim 1201 menyerahkan piagam penghargaan kepada warga yang menemukan, penghargaan ini diserahkan langsung kepada kepala desa tengon Bpk rudianto yang disaksikan oleh warga setempat.

Selanjutnya seluruh penemuan persenjataan tersebut sementara akan disimpan di desa tengon sambil menunggu kedatangan team evakuasi yang datang untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap penuemuan penginggalan persenjataan lengkap sisia-sisa gerakan PGRS/Paraku

Sekilas Tentang Gerakan PGRS Paraku

Menurut catatanm sejarah, munculnya gerakan PGRS Paraku berawal dari konfrontasi antara indonesia dan malaysia pada tahun 1963, dari disinilah ramai istilah ganyang malaysia, hal ini terkait dengan penolakan pemerintah indonesia atas pembentukan negara federasi malaysia oleh pihak inggris yang memasukan wilayah kalimantan utara sebagai salah satu bagian dari negara federal malaysia, walaupun pada saat itu kalimantan utara termasuk dalam koloni inggris.

Keterlibatan pemerintah sukarno saat itu awalnya dari dari ide syech AM Azhari yang memiliki kedekatan secara ideologis nasionalisme dengan sukarno pada tahun 1940an, penilakan terbentuknya negara federal malaysia ini menyulut aksi bersenjata perlawanan terhadap malaysia yang kita kenal dnegan sebutan PGRS atau pasukan gerilya rakyat serawak, bung karno saat itu memberikan dukungan untuk kelompok sayap kiri melakukan perlawanan terhadap malaysia.

Namun pada tahun 1963-1964 indonesia tidak lagi mengeluarkan pernyataan dukungan terhadap PGRS Paraku, sejak orde baru, persoalan politik indoensia mengalami perubahan dengan dihapuskannya PKI sebagai sebuah organisasi partai dan menetapkannya sebagai partai terlarang, mengingat gerakan bersenjata PGRS memang sejak awal terkait dengan kelompok sayap kiri komunis, pada tahun 1967 pemerintah indonesia melakukan operasi saber atau sapu bersih di perbatasan kalimantan barat.

Perjalanan operasi militer ini berjalan panjang sejak pemerintahan orde baru dibentuk, banyak kejadian-kejadian yang terjadi luput dari pemberitaan, gerakan ini sendiri berakhir sekitar tahun 1990 dengan perjanjian damai antara pemerintah indonesia dengan PGRS paraku dan sebagian besar sisa pasukannya menjadi rakyat biasa berbaur dnegan masyarakat sekitarnya.

Penemuan senjata PGRS Paraku Menjadi Bukti Sejarah

Dengan adanya penemuan senjata PGRS Paraku ini bisa menjadi sebuah bukti sejarah khsusunya di kalimantan barat bahwa dari sebelum orde baru gerakan ini memang nyata dan ada dalam bagian sejarah bangsa indonesia, konflik dengan malaysia yang melibatkan indonesia memang terkait dengan ideologi yang berkembang pesat di indoensia saat itu yaitu komunis, namun setelah masa tersebut berakhir pihak indonesia berupaya meredam gerakan PGRS Paraku yang masih berniat mendidirkan negara kalimantan utara yang telah menjadi bagian dari negara indonesia.

 

Dandim 1201 Letkol Inf Mahmuddin Abdillah menilai penemuan ini juga merupakan saksi sejarah bahwa gerakan separatis yang ingin merongrong kedaulatan negara republik indonesia tidak akan mampu bertahan lama, karena rakyat sudah pasti akan menentangnya dan melakukan perlawanan bersama pemerintah dalam menumpas setiap gerakan makar terhadap bangsa. Dandim juga juga menghimbau kepada warga jika masih ada penemuan senjata atau bahan peledak segera melaporkannya kepada aparat terkait.